Bahagia itu sederhana. Sesederhana pertemuan kita. Sesingkat perkenalan kita. Seindah persahabatan kita.



Bahagia itu sederhana.
Sesederhana pertemuan kita.
Sesingkat perkenalan kita.
Seindah persahabatan kita.
.
Disaat aku sendiri, hadir sosok dirimu yang menemani.
Disaat aku sedih, dirimu selalu ada disampingku dan menghiburku.
Disaat aku marah, dirimu berusaha untuk membuatku tenang.
Disaat aku diterima dalam kehidupanmu sebagai sahabat, disitu aku merasa bahwa bahagia itu memang sederhana.
.
Saat kepergianmu pada hari itu.
Sedih?
Menangis?
Aku rasakan semuanya dalam hati.
Aku belum sanggup menjalani hari-hariku tanpa dirimu.
Tetapi ini adalah ujian bagi persahabatan kita.
Kita harus tangguh.
Namamu senantiasa aku ucap dalam do'a.
.
Dimana disaat aku sendiri kau tak lagi menemani.
Dimana disaat aku sedih kau tak lagi disampingku.
Dimana disaat aku marah kau tak lagi menasehatiku.
Dimana disaat aku menangis kau tak lagi menghapus air mata ku.
.
Jarak memisahkan kita.
Kebersamaan dulu tidaklah terulang.
Canda tawa yang penuh kebahagiaan, kini hilang.
Genggaman tangan yang menguatkan, kini hanya bayangan.
Rangkulan yang penuh kasih sayang, kini hanya kenangan.
.
Tetapi percayalah kawan, jarak yang memisahkan ini memberikan banyak pelajaran agar kita tetap bersabar, selalu bersyukur disetiap keadaan, ikhlas menerima keadaan dan kuat menjaga tali silaturahim agar tidak terputus.
.
Disini aku selalu menunggu kebersamaan itu terulang.
Aku selalu berdo'a semoga Allah selalu melindungimu, semoga engkau dalam keadaan baik disana, jaga kesehatanmu dan semoga rasa rinduku selalu tersampaikan.
Aku menyayangimu, sahabatku.
.
📝18:11
.
Via @ukh.ym09