Air yang jatuh tak pernah membenci tebing, Daun yang gugur tak pernah membenci angin


Akhwat Muslimah - Air yang jatuh tak pernah membenci tebing

Daun yang gugur tak pernah membenci angin

Karang yang kikis tak pernah membenci ombak

Mereka menerima dengan bahagia takdir yang Allah tetapkan

Lantas kenapa kita manusia yang dianugerahi kesempurnaan,
tidak bisa menerima takdir
malah berakhir kufur, futur,
bahkan membuat iman ketauhidan luntur

Menghardik, mencela, marah tak terima,
lebih parah lagi menyalahkan Allah atas apa yang terjadi

Bukankah Allah yg menciptakan kita, dan Allah pula yg paling menyayangi kita,
serta Allah berjanji selalu memberikan yg terbaik.untuk kita
maka apa alasan kita tidak menerima takdirNya?

Jika diri sudah berusaha keras,
pasrahlah
terimalah
ikhlaslah
tawakalah

sebab hanya itu tugas manusia,
usaha maksimal,
selebihnya tawakal
karna semesta akan menjalankan roda takdir sesuai titahNya
berdasar rancangan lauhul mahfudzNya

sabarlah hati
ikhlaslah diri
bumipun tak pernah membenci dijatuhi hujan,
karna dibalik perihnya tertusuk ribuan percikan,
ada kesegaran setelahnya
ada kesuburan Menyambutnya
ada kesejahteraan.pada akhirnya

*nulis sambil telunjuk nempel nempeldi dahi, nunjuk diri sendiri



seorang di zaman Rosululloh,..
bernama.wail

saking cintanya kepada isterinya, ia menuruti semua kemauan isteri dan mempercayai hasutan-hasutan istrinya perihal ibunya,
sampai wail tega mencaci menghardik ibunya sendiri.

suatu hari menjelang ajalnya, wail sakit keras dengan keadaan memprihatinkan

melihat keadaan tersebut, sahabat wail melaporkan kepada Rosululloh...
lalu Rosululloh...
bertanya mengenai bagaimana ahlak wail terhadap ibunya,
Rosul mendapat keterangan bahwa wail selalu menyakiti ibunya,

kemudian Rosululloh..
memohon kepada ibunda wail untuk mengampuni anaknya,
tapi ibunda wail bersikeras tidak mau,
belum kering air mata ibu atas perlakuan wail yg menyakitkan beliau,
lalu, Rosul berfikir keadaan wail tidak akan berubah,selama ibu tidak mengampuninya, tidak hidup tidak pula mati,
maka Rosul mengatakan.akan membakar hidup-hidup wail
kemudian ibunda wail
luluh, dan berkata pada Rosul
"ya Rosululloh ..saya maafkan anak saya"
seketika itu wail menemui ajal dan bisa meninggal

resapi foto diatas,
bagaiman seorang ibu mencurahkan.seluruh perhatian.perlindungan dan kasih syg kepada anaknya sejak kecil bahkan.sampai dewasa beranak 5 pun, ibu tetap menganggap anakkecilnya dan akan selalu ingin melindunginya

hal yg perlu di pahami terutama bagi seorang istri adalah,
pasca menikah
hubungan tanggung jawab orang tua istri terputus, karena berpindah kepada pundak suaminya
tapi, tanggung jawab suami yg paling utama tetaplah bakti kepada ibunya (/org tuanya)

jika memahami hukum itu,
maka seharusnya, istri turut membantu suami dalam berbakti kepada ibunya, sebagai bentuk bakti istri terhadap suami

tapi fenomena zaman now
entah kenapa banyak istri yg tidak rukun dengan mertua (ibu suami)
padahal itu seharusnya jd ladang pahala

lebih parahnya lagi,
sang suami memilih rela menelantarkan perasaan ibunya demi istrinya

itulah kenapa,
Ilmu menjadi modal utama sebelum menikah,
krna nikah bukan sekedar walimah,
tapi ada banyak aturan dan.kewajiban

ada yg bisa copy or jelaskan terjemah
Surah Luqman (31:14)

#selfreminder