Jatuh Cinta Sebelum Menikah Adalah Sebuah Ujian

Jatuh Cinta Sebelum Menikah Adalah Sebuah Ujian

Jatuh Cinta Sebelum Menikah Adalah Sebuah Ujian

Bismillah. Sebuah nasehat untuk saya & siapa saja yang berencana menikah. Bagaimana sikap terbaik jika cinta telah menyapa hati sebelum pernikahan?
.
Cinta adalah fitrah manusia dari Allah SWT. Cinta, pada dasarnya bukanlah sesuatu yang kotor. Ia suci jika dibingkai dengan sesuatu yang halal, tetapi menjadi kotor jika dibingkai dengan sesuatu yang haram.
.
Ketika "panah asmara telah tertancap menembus dinding hati", tentulah hal itu bisa membutakan mata hati seseorang dalam menilai orang yang dicintai, karna segalanya telah dibungkus indah oleh cinta.
.
Bagi muslim atau muslimah yang sedang jatuh cinta & tidak menginginkan agamanya menjadi rusak, tentu ada ketakutan yang begitu besar jika cintanya tidak lagi dibingkai dengan kesucian. Tentulah hal ini merupakan ujian dari Allah bagaimana kita membingkai rasa cinta.
.
Sesungguhnya manusia itu lemah dalam hal ini, tapi Islam mengajarkan untuk mengarahkan perasaan cinta menuju penjagaan dan menjauhkannya dari kehinaan.
Jika cinta telah bersemi, bersegera untuk menikah adalah solusi terbaik bagi dua insan yang sedang jatuh cinta.
« لَمْ نَرَ لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلَ النِّكَاحِ » “Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan." [ HR. Ibnu Majah no. 1847]

Ibnul Qayyim rahimahullah : "Sesungguhnya obat bagi orang yang saling mencintai adalah dengan menyatukan dua insan tersebut dalam jenjang pernikahan.”
.
Pada saat itu pihak keluarga haruslah bersikap bijaksana & tidak semena-mena dalam berpendapat dengan menolak sang pemuda atau menunda pernikahan tanpa sebab yang syar'i.
.
Jika belum siap untuk menikah, maka memendamnya adalah cara terbaik, berpuasa & menyibukkan diri dengan segala aktivitas positif untuk menghalau hati dan pikiran dari orang yang disukai.
Imam Syafi'i berkata, "Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil).”
.
Semoga Allah menjaga kita dari segala sesuatu yang tidak diridhoi-Nya, dan menguatkan kita dari segala kelemahan diri. Aamiin.
.
Oleh: @kharisma.arby