Peran Suami Menjaga Kewarasan Istri, Wanita Ingin Dimengerti

Peran Suami Menjaga Kewarasan Istri


Peran Suami Menjaga Kewarasan Istri
©annisa afriliani hana

Kerepotan-kerepotan yang terjadi setelah seorang wanita menikah adalah sebuah hal alamiah yang pasti terjadi. Karena ada kewajiban baru yang harus ia emban: melayani segala kebutuhan suaminya. Semata-mata untuk mengejar ridho ilahi.

Lebih-lebih saat sudah punya anak. Kerepotan tentu bertambah. Apalagi jika tidak ada bantuan dari asisten rumah tangga. Semua dikerjain sendiri. Ya ngurus suami, ngurus rumah, sampe ngurus anak-anak.

Tiap hari dihadapkan pada rutinitas yang hampir sama, kadang-kadang diselingi teriakan, amarah dan air mata. Gimana engga, anak rewel, ditambah kakaknya pada berantem, kerjaan rumah belum beres, lantai berserakan mainan, dan amanah dakwah memanggil-manggil....tentu butuh kecerdasan untuk mengelola diri agar tetap dalam jalurnya. Gak stress, maksudnya.

Sungguh bukan hal yang mudah bagi para istri untuk tetap waras menghadapi kondisi demikian setiap hari. Makanya banyak emak-emak yang ikut tantrum saat anaknya tantrum. Lelah yang sangat menjadikan kewarasan mungkin berkurang. Sehingga kaum emak identik dengan peran antagonis di rumah. Padahal..emang iya sih...😸😸

Maka, peran suami sangat-sangat dibutuhkan untuk menjaga istri supaya tetap waras. Perhatian dan kasih sayang dari suami yang ditampakkan secara nyata, membuat istri lebih relaks dan hati adem walaupun seharian bergelut dengan aneka kerepotan. Pulang kerja bawain makanan, bunga mawar, atau sekadar ngasih kabar, “sayang..udah ditransfer ya uangnya, silahkan belanja deh...”, (😹😹😹) dijamin para istri terjaga kewarasannya. Hati senang, pikiran tenang, meski sekujur tubuh terasa lelah.

Suami juga harus peka terhadap kesulitan istrinya. Tak ada salahnya membantu, meski sekadar menyapu, mengepel lantai, atau mengajak anak-anak bermain sepulang kerja, insyallah cukup membuat istri merasa diperhatikan.

Emang bener, membahagiakan wanita itu gampang, ga melulu dengan materi, cukup dengan sedikit perhatian dan kasih sayang, dan mungkin banyak mengalah. Maklum makluk Allah yang diciptakan Allah dari tulang rusuk yang bengkok ini memang gak bisa dikerasin, akan patah. Tapi gak bisa juga dicuekin, nanti makin bengkok. Maka perlakuan tepat untuk para istri adalah dengan cinta dan kasih sayang.

Dengan itulah para istri akan merasa bahagia. Kalau hatinya bahagia, insyallah segala kerepotan yang melanda tak akan mengubah kewarasannya.

Adapun untuk para istri supaya tetap waras, sertakan Allah selalu dalam setiap hal yang kita kerjakan. Agar lelah menjadi lillah. Agar peluh tak menjadi keluh. Sungguh segala kerepotan yang kita hadapi adalah salah satu fase hidup yang harus kita lewati. Berbagilah cerita kepada suami, sebab suami adalah sahabatmu. Bahunya adalah tempatmu menyadarkan semua penat. Hatinya adalah tempatmu melabuhkan segala rasa.

Yuk, saatnya membangun cinta, merajut bahagia. 🌹🌹😊

#CatatanAnnisa
#Muhasabah
Sumber : FB 

Silakan Copy Artikel yang ada di sini, tapi cantumkan sumbernya http://akhwatmuslimahindonesia.blogspot.com/